Gaminong dimanapun berada, dari gedung siar 105.2 Flamboyan FM, pada kesempatan ini kita telah kedatangan 2 orang tamu dari Kelompok Pengguna Linux Indonesia-Aceh…. n bla bla….

Begitulah sedikit banyak permulaan pada acara Hip Generation yang dilaksanakan saban Minggu pukul 14.00 waktu orang sukses di ruang siar Flamboyan FM, sebelum on air, kru dari KPLI-Aceh sempat bincang-bincang dengan beberapa staff di Flamboyan FM. Salah satunya yang bakalan jadi penyiar.

Ok bro, langsung aja kita masuki sesi on air, berikut cuplikan beberapa pertanyaan yang bakal didiskusikan pada acara Hip Generation edisi Minggu, 14 Juni 2009.

Bisa ceritain gak awalnya kalian tergabung dalam komunitas linux ini?

Saudara Arif berkata, awalnya sih karena hobi ngutak-ngatik komputer, dan kebetulan pada saat kuliah ada mata kuliah tentang Linux, dari situ, mulai tertarik dengan Linux, karena Linux bisa berjalan tanpa mesti melewati proses instalasi, dengan menggunakan Live Cd.

Sedangkan saudara Humas, berujar, awalnya karena liat abang leting dikampus waktu kuliah pertama kali dulu, maenannya pake Linux semua, kebetulan di Lab pada saat itu Sistem Operasi yang digunakan Linux.

Ok, trus KPLI-Aceh ini udah ada berapa lama?? Anggotanya berapa banyak?

Anggotanya yang terdaftar di milis untuk saat ini ada sekitar 160 members yang aktif, KPLI Aceh sudah ada sejak tahun 2001, awalnya inisiatif dari beberapa penggiat dan pengguna Linux yang selama ini menggunakan hanya sebatas diri sendiri saja, kemudian ada keinginan untuk membuat satu wadah yang bisa digunakan bersama sebagai tempat berbagi dan belajar, ya meskipun sejak tahun itu, KPLI-Aceh mengalami aktif dan vakum juga beberapa saat.

Trus pernah ada pertemuan gitu gak ma KPLI luar seperti Bandung, Jakarta atau kota-kota lain, bikin forum atau milis gitu… ada ya??

Kalau pertemuan ada sejak tahun 2006, di Bandung, 2007 di Jogja, kemudian 2008 di Bali, KPLI-Aceh setiap tahunnya mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk menghadiri acara yang disebut ILC (Indonesia Linux Conference). Milis juga ada, boleh dicari di mesin pencari seperti Google, dengan kata kunci linux aktivis.

Kalo di luar kan banyak tu ya komunitas Linux kayak Kluwek (kelompok Linux cewek) atau linuxer atau apa gitu… kalau di Aceh apa cuma ada KPLI aja atau ada komunitas lain?

Sebenarnya di Aceh sendiri ada beberapa komunitas yang concern dengan Linux dan Open Source, ada yayasan Air Putih, ada Pelita dari Takengon, adan Policy (ini komunitas Open Source Politeknik Lhokseumawe), tapi semua komunitas ini saling terkonsolodai antar satu dengan yang lain, kerena di samping mempunyai ketertarikan yang sama juga memiliki tujuan yang bisa dikatakan sama secara umum, yaitu mensosialisasikan Open Source di Aceh sendiri.

Apa sieh enaknya bergabung di komunitas ini?

Yang pasti dapat banyak kawan dan kenalan ho ho :D di samping itu ada banyak manfaat lain selain itu, ilmu yang berguna, informasi tentang teknologi open source, intinya semangat berbagi dan kerja sama yang diperlihatkan komunitas, mungkin ini beberapa alasannya.

Trus bisa diceratiin dikit gak sejarahnya Linux itu seperti apa? Atau apa gitu?

Awalnya, ada sistem operasi bernama UNIX yang dikontrol oleh perusahaan AT&T dan itu sangat mahal, dan sumber kodenya sudah tidak tersedia lagi secara bebas. Pada waktu itu ada salah seorang dosen yang bernama Dr. Andrew Tanenbaum, disamping dosen juga seorang ahli komputer yang teman nongkrongnya terdiri dari para perancang sistem UNIX dan pengarang bahasa C. Pak Andrew ini kemudian membuat Minix yang digunakan untuk mengajar tentang cara kerja internal sistem operasi untuk mahasiswanya.

Sistem operasi ini bernama Minix (Mini-Unix), Minix inilah yang kemudian dipelajari dan diobok-obok oleh salah seorang mahasiswa dari Universitas Helsinki, Finlandia, yang sangat menyukai komputer. Namanya adalah Linus Torvalds.

Pada tanggal 25 Agustus 1991, dia mengirimkan e-mail ke milis yang sering dia ikuti, meminta saran dan masukan tentang sistem operasi hasil kerjanya, berbeda dengan anak muda sekarang ini yang kebanyakan sedikit sombong dan angkuh kalau sudah pande, namun si Linus ini tetap rendah hati dengan meminta masukan dari programmer dan hacker di dunia maya.

Nah mascot yang pinguin itu gimana??? apa sieh sebutannya??? kog mascotnya bisa pinguin, bisa ceritain gak??

Mascot-nya disebut Tux, menurut legenda, Linus pernah digigit sama Pinguin ini, sehingg demam sampai beberapa hari, diharapkan kedapan siapapun yang menggunakan Linux bisa gak tidur malam berhari-hari karena demam Linux, konon cerita ini diragukan kebenarannya :D

nah trus ngomongin masalah kelebihan linux dibandingkan dibandingkan dengan OS lain itu apa?? apa lebih compatible, atau tingkat keamanan dan kestabilannya lebih baik, atau lebih apa gitu???

Kelebihannya Linux disamping Open Source, linux juga sangat susah untuk terinfeksi virus, ini yang penting, karena kebanyakan kita sering direpotkan dengan yang namanya virus. Kemudian dari segi keamanan juga lebih, selanjutnya, inti dari kehebatan Linux itu sendiri sebenarnya ada pada filosofi Open Source yang dianutnya.

Dengan tersedianya kode sumber program, ini akan sangat memudahkan para pengembang perangkat lunak untuk mengetahui jalur satu program, dan apabila ada kesalah atau bugs, bisa diperbaiki secara gotong royong, dan kita tidak hanya bergantung pada satu vendor tertentu saja.

Tren kedepan adalah Open Source, mau tidak mau, dunia bisnispun akan beranjaka dari program yang sering mereka gunakan selama ini ke program yang berbasis Open Source. Selama ini kita hanya mengenal -maaf- Windows, karena dari kecil kita sudah diajarkan menggunakan Windows, jadi ada beberapa orang yang kalau ditanyakan komputer itu apa, ada yang menjawab kalau komputer itu ya.. Windows…

Trus pernah dengar nieh istilah distro Linux??? bisa ceritain gak??

Distro itu distribusi Linux, jadi di Linux kita mengenal banyak distro, sesuai dengan selera yang menggunakan dan sesuai dengan kebutahan pengguna, inilah kehebatan dari Open Source, dengan ketersediaan kode sumber progaram kita bisa melakukan apapun sesuai dengan kebutuhan kita. Di Aceh sendiri ada distro Mueligo, distro yang yang dikembangkan sesuai dengan kebudayaan Aceh, dan untuk kedepan akan dikembangkan lagi agar bisa digunakan lebih luas lagi, baik dikalangan akademisi maupun pihak-pihak lain yang membutuhkan.

Ada juga distro Ubuntu ME (Moslem Edition), khusus untuk muslim, didalamnya udah ada program-progam islami, saya pikir cocok untuk dearah kita yang sedang gencar-gencarnya dalam penerapan syariat Islam.

Nah denger denger ada perseteruan antar pengguna Linux dengan OS yang popular di dunia beberapa waktu lalu ya?? yah meskipun kabarnya ada perdamaian antaras alah satu pemain besar Linux dengan OS yang satu ini, sepertinya perseteruaan dingin ini masih terus berlanjut. Nah, kalian sendiri nanggepinnya gimana???

Sebenarnya, bagi kami tidak masalah mau menggunakan OS apapun itu, selama itu legal, maaf, kami tidak membenci Microsoft, silahkan menggunakan sistem operasi apapun, selama tidak melanggar dan masih dalam status legal. Kami tidak ingin perang, kita berbicara masalah penjajahan intelektual, kalau kita bisa bebas dan tidak terikat kenapa mesti terikat. Kapan kita mau berkembang????

Open Source, analoginya gini, misal kita beli kue black forest, dari luar kelihatan sangat nikmat, nah waktu kita rasakanpun masing enak, tapi kita gak tahu isinya apa? Karena pada saat kita beli kue tadi, kita tidak dikasih tau resep yang digunakan untuk buat kue black forest tadi, kalau ada apa-apa gimana??? nah, berbeda dengan Open Source, selain dapat hasilnya yang indah menawan, kita juga dapat resepnya sekaligus. Jadi, di laen kesempatan kita bisa buat black forest sesuai dengan selera kita masing-masing.

Kalau di Indonesia sendiri gimana? Kentara banget gak aura perseteruannya, atau sehat sehat aja nieh persaingannya???

Sebenarnya bukan di Indonesia saja, di negara-negara lain juga hal serupa terjadi, ada beberapa orang yang fanatik sekali, dalam artian meraka hanya menggunakan Linux dan menutup mata dengan sistem operas yang lain, bahkan pada beberapa kasus sampai pada titik menjelek-jelekkan sistem operasi yang lain. Hal-hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi.

Ok ini ada sms, dari gaminong yang pingen menanyakan hal-hal atau apapun yang berhubungan dengan Linux. Pertama dari Indah di Darussalam, Indah pingen tau nih, kira-kira apa kelebihan dan kekurangan Linux, trus perbandingannya dengan Windows gimana??

Seperti dijelaskan diawal tadi, Linux itu Open Source, selain free, juga dapat dipelajari, dikembangkan, dimodifikasi serta kita bisa mendistribusikan ulang. Bebas dari virus. Sedangkan kekurangannya, ada sebagian perangkat hard ware yang belum didukung di Linux, dari software, ada berebapa software yang belum sehebat software-software yang berjalan di Windows.

Kemudian ada pertanyaan dari Hana Nan diseputaran Banda Aceh, pertanyaannya seperti ini, KPLI apa gak merusak pasaran dengan buat yang gratis-gratis gitu, boong gak tuh??

Sebenarnya tidak, karena, untuk kedepan, tren bisnis akan mengarah ke Open Source, KPLI tidak merusak pasaran, karena mereka orang-orang Open Source, mereka menyediakan jasa. Tapi anggota KPLI juga manusia, setiap orang membuat aplikasi juga manusia, dan mereka juga burtuh makan untuk kelangsungan hidup mereka untuk bisa ngoprek komupter. Jadi tidak ada istilah merusak pasaran, yang ada hanya menambah persaingan di dunia bisnis.

Jadi tempo hari, kami dari komunitas KPLI diberi kesempatan untuk hadir pada conference tentang Open Source di dinas-dinas pemerintahan, menurut staff ahli menristek, ada beberapa komponen yang mempunyai peran dalam perkembangan Open Source, istilahnya (ABG+C), ada akademisi, ada penggiat bisnis, ada pemerintah dan terakhir ada peran komunitas, semuanya ada peran masing-masing dalam pengembangan Open Source.

Sedikit tambahan, memakai bajakan akan melanggar UU HaKI, bisa dituntut 7 tahun penjara atau denda 5 milyar, jadi jangan coba-coba menggunakan bajakan, kalau tidak mau menanggung resiko.

Trus ini pertanyaan, saya lagi tidak ada duit, dan pengen banget belajar Linux, kira-kira apa komunitas KPLI-Aceh mau ajarin saya??

Hahaha :)) silahkan, tidak masalah, datang aja ke KPLI, kami siap kok ngajarin Linux, kita gak minta bayaran, selama kita masih bisa berbagi kita akan coba berbagi, dan selama kita masih mampu tentunya.

Trus menurut kalian gimana?? apakah komunitas in bakal lebih berkembang khususnya di Aceh.. ya..misalnya melihat animo pengguna di Aceh atau kalian melihat kalau perkembangannya agak sulit kalau dibandingkan dengan kota-kota lain??

Kami berani jamin kalau ini bakalan berkembang, karena seperti yang kita lihat, kedepan itu, tren-nya adalah tren Open Source, kalau kita mau jadi mandiri dan bangsa kita pingen maju, sudah selayaknya kita meningkatkan daya saing sumber daya manusia kita, salah satunya ya dengan mengurangi dan bahkan meninggalkan kebergantungan kita pada software dan sistem operasi yang tertutup, kita mesti berusaha untuk mandiri, salah satunya ya dengan Open Source, supaya penjajahan intelektual ini berakhir.

Wah, jadi makin seru ni, trus kalo gaminong pengen belajar Linux gimana caranya?? musti kemana???

Ada banyak media yang bisa digunakan oleh gaminong yang pingen belajar Linux, bisa lewat buku-buku tentang Linux, lewat media internet, dan yang paleng penting adalah adanya komunitas, bergabunglah dengan komunitas, karena kita kawan untuk berbagi ilmu dan menukar pikiran. Gabunglah dengan milis-milis yang membahas tentang Linux, kalau KPLI-Aceh sendiri milis-nya beralamat di kplli-aceh@googlegroups.com atau bisa langsung kunjungi web site KPLI-Aceh di http://aceh.linux.or.id.

Terakhir ini, pesan buat gaminong yang ada dirumah apa ini, pertama dari saudara Arif dulu,silahkan ni???

Mungkin untuk gaminong dimanapun berada, pada kesempatan ini, saya akan sedikit bergabi tips dan triks memilih distro linux, yang pertama liat kawan-kawan kita pake linux distro apa, kemudaian liat komunitasnya ada gak, sejauh mana ke-aktivan komunitas distro Linux tersebut, karena dukungan komunitas akan sangat berguna kalau kita ada masalah entar kedepan, sedangkan yang terakhir adalah situs resmi ada apa tidak, karena biasa ada banyak informasi di sana.

Kalau dari saudara iqbal sendiri???

Buat gaminong yang lagi dengerin Flamboya dimanapun berada, saya cuma ingin sedikit berbagi pandangan, kalau untuk kedepat, yang bakalan jadi tren adalah tren Open Source, maaf bukan menjelek-jelekan Windows, tapi selama kita masih tergantung dengan pihak lain, bangsa kita tidak akan pernah bisa maju, kita selalu akan ketinggalan. Kita harus segera menghentikan bentuk penjajahan intelektual ini, sudah saatnya SDM kita kedepan punya daya saing, saya ingat perkataan salah satu pengiat Open Source, kalimatnyak kurang lebih begini “I see the future and Pinguin is on it”.

Begitulah sedikit banyak diskusi antara KPLI-Aceh pada acara Hip Generation yang diselenggaran oleh Flamboyan FM.

Thanks to : Flamboyan FM, Gaminong pendengar setia Flamboyan di manapun berada, dan setiap orang maupun kelompok yang berjuang untuk Open Source.